Cute Rocking Baby Monkey
RSS

Revolusi


Esai ini merupakan tugas dalam rangka tugas research project SMAN 10 Samarinda.

Saya akan sedikit "bercerita" mengenai pengalaman lika dan liku selama bersekolah di Sekolah kebanggaan Kalimantan Timur ini.

Pada awalnya, merasakan asrama yang begitu berbeda dari dunia sebelumnya, sangatlah sulit untuk dijalani. segala cobaan dan rintangan selalu datang terkadang disaat yang tidak tepat. Namun dibalik semua itu, banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan selama berada di asrama ini. 

Ya, tentu saja kedisiplinan, kemandirian, rasa bertanggung jawab dan kebersamaan. Hal ini dapat dirasakan dengan rutinitas kegiatan yang sangat diatur dan WAJIB hukumnya untuk dipatuhi bagi seluruh siswa. Sungguh hal ini merupakan sesuatu yang sangat jarang kita temui di Sekolah biasa. Ada rasa kebanggaan tersendiri ketika melewati gerbang bertuliskan "SMAN 10 Samarinda". Yup, berjuang menjadi 200 besar diantara 900 siswa bukanlah hal yang mudah. Dengan masing - masing keahlian dan ciri khas unik yang dimiliki masing - masing siswa, menjadikan Sekolah ini menjadi Sekolah yang selalu dielu-elukan. Semua itu didapat bukan hanya dengan "duduk santai" tetapi dengan kerja keras dan kemauan yang tinggi dari diri masing - masing siswa.

Namun, dewasa ini semakin banyak "oknum" yang mulai menyalahgunakan nama SMAN 10 Samarinda. Sungguh disayangkan sekali, sekolah yang berdiri dari prestasi - prestasi gemilang berkat kerja keras dan keringat yang tak terhingga, menjadi hancur begitu saja ditangan "oknum - oknum" yang haus akan jabatan, haus akan nama baik, dan segala hal materiil.

Kita dapat menengok kebelakang untuk menjadikan pelajaran, bahwa Sekolah yang berprestasi dapat menjadi sekolah yang "terkucilkan" hanya dengan tindakan "oknum - oknum" yang mementingkan ego dibandingkan nasib Sekolah yang sudah berdiri megah selama kurun waktu 16 tahun.

Mari kita ingat hal ini untuk kedepannya. "Membangun sesuatu untuk menjadi besar itu mudah, tetapi yang sulit ialah bagaimana cara kita mempertahankannya."

Dinda Nur Atikah
X MIPA C

Samarinda, 24th June 2014.

0 komentar:

Posting Komentar